#1 Pemahaman Perbedaan Gender


Kok nak wedok main mobilan?

Ih malu masa cah lanang main masakan?

Oh ya, apakah mainan berlabel gender for male or female? Saya bertanya-tanya, bisa jadi kitalah orang dewasa yang tergesa melabelinya.

Dari kecil di kerudungin yaa biar biasa menutup aurat, disekolahin di sekolah khusus putri/putra biar terjaga dari yang mahrom, apakah ini merawat fitrah atau mencederai fitrah gender?

——

Pertanyaan saya lalu terjawab di diskusi pertama level 11 ini, mengupas fitrah seksualitas, pertama membahas perbedaan sex dan gender. Jika sex lebih pada pengertian biologis berdasarkan anatomi dan penampakan fisik, maka gender lebih pada ekspresi maskulinitas dan feminitasnya.

Kami diajak pada awal pemahaman kesetaraan sex (jenis kelamin) dalam Quran misalnya qs.azzariyat: 56 menegaskan kesamaan laki dan perempuan dalam beribadah, qs.an-nahl: 97, an-nisa:124, al-imron:95 dalam kesetaraan mengerjakan amal shaleh.

Saya pikir ini kesetaraan gender bukan kesetaraan sex, karena menyangkut ekspresi laki-laki dan perempuan sebagai hamba/penganut agama dalam beribadah dan bersosialisasi sesama makhluk. Kesamaan dan kesetaraan sex justru saya temukan dalam qs. al-ahzab:35

“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab: 35)

.

Secara gamblang Allah menyebutkan eksplisit diksi “laki-laki dan perempuan”. Ini menurut saya sekaligus menunjukkan pula jenis kelamin yang secara fitrah ada dan diakui agama. Sementara gender, bisa beragam dan bercabang ekspresinya dari yang normal hingga yang menyimpang.

Di dalam diskusi kami juga menyoroti peran laki-laki dan perempuan dalam porsi yang saling melengkapi dan bersinergi, bukan berkompetensi (qs.annisa:32). Ini lebih lanjut menjadi landasan pengembangan fitrah lelaki sebagai qowwam (pemimpin) dengan maskulinitasnya sementara wanita sebagai pendidik dengan feminitasnya. Tentu dengan porsi yang berimbang–lelaki juga ada saatnya memunculkan sifat feminim yang penyayang, sementara wanita juga bisa memunculkan sifat maskulinitasnya jika dibutuhkan dalam proses mendidik anak.

Kalau ditinjau dari segi anatomi (sex) nya, bukankah memang laki-laki pun memiliki kromosom X yang disumbang dari perempuan?

Inilah yang menjadikan pondasi pendidikan yang dilakukan keluarga, ayah dan ibu—parent and co-parent, harus dilakukan secara kompak demi menjaga fitrah seksualitas anak. Jika terjadi penyimpangan maka pertama koreksi dahulu pola asuh asih orang tua, sosok ayah ibu harus hadir sesuai tahap perkembangan anak, memastikan suplai peran keayahan dan keibuan.

Menjawab pertanyaan dan kegundahan saya, benarlah bahwa mainan anak tak mengenal gender. Gender dikenalkan dari sosok ayah dan ibu, dari lingkungan yang mengasah maskulinitas dan feminitasnya–bukan dari mainan. Hal ini juga terkait artikel yang menunjukkan hasil penelitian yang mendukung. Anak belajar dari sosok ayah atau ibu yang mendampingi ketika bermain.

Lalu menyoal, pemisahan jenis kelamin dalam bersosialisasi seperti di sekolah atau forum umum, ini dalam diskusi juga terbagi dua pendapat. Yang menganjurkan dipisah sejak dini (agar mencegah dewasa dini) dan yang mengatakan sejak kecil ketika anak berbaur akan mengasah sosialisasi.

Hmmm, nampaknya diskusi hari esok akan lebih hangat! Bravo PG1!

.

.

#gamelevel11 #fitrahseksual #institutibuprofesional #tantangan10hari #ibuprofesional #kelasbundasayang #kuliahbundasayang #kelasbunsay #kuliahbunsay #FatimahBelajarParenting #harike1

Punya ADIK?!


Pas hamil Tsabita mungkin menjadi saat-saat paling romantis antara saya dan suami, Mas yang setiap hari ngajakin belanja baju hamil (dia yang ngidam?!), diturutin makan alpukat setiap hari, dan bisa minta sering-sering dipijitin. Hamil itu berkah sekali yaa, mauk lah hamil lagi… Seperti itulah perasaan bahagia yang membuncah. Tapi, keadaan berubah seyelah negara api menyerang! (eh?!) Keadaan berubah setelah melahirkan dan membersamai tumbuh kembang Tsabita enam bulan terakhir.  Then, i know that Tsabita needs UNCOUNTABLE LOVE, she needs me more. 

Tsabita and her friends

Nah, rincinya kenapa saya dan suami menunda punya adik ada di poin GIVEAWAY @skata_id berikut: 

Jika saya menjadi Dina, saya akan MENOLAK utk menambah adik dg mencerdaskan ayahnya dg alasan sebagai berikut:

💕1. Anak pertama masih membutuhkan ASI, meski masih bisa disiasati dengan ASIP atau suplementasi sufor tapi jika hamil risiko ibu akan kejar-kejaran pumping dan menyiapkan stok ASIP buat anak pertama. Sementara jika hamil ASI akan berkurang krn perubahan hormonal. Beberapa pendapat agama juga menyebutkan jika hamil maka ASI milik si jabang bayi di perut, menjelang akhir TM II kandungan ASI akan bersiap membentuk kolostrum utk si adik bayi di perut. Hak anak pertama sedikit banyak tidak tercukupi, walaupun banyak juga yang menerapkan NWP ( #nursingwhilepregnant ) Sementara saya ingin memberikan ASI full hingga 2 tahun. 

💕2. Faktor fisik ibu. Saya sendiri anak pertama lahir normal (dengan penyulit) dan masa pemulihan cukup lama, terkait episiotomi atau bagi yang SC luka jahitan paska operasi.  Pasangan perlu memahami kondisi fisik istri yang telah mengeluarkan banyak energi untuk HAMIL, MELAHIRKAN, MENYUSUI dengan ritme hidup yang berubah setelah ada anak. Kondisi fisik yang di push sedemikian rupa bisa memicu #babyblues atau sindrom paska melahirkan #postpartumsyndrome ke anak pertama (bahkan ke anak kedua nantinya). Kondisi sakit fisik yang akhirnya bermanifestasi ke pikiran (a.k.a psikosomatis) akut pada ibu menyusui juga memicu  Psikosis Postpartum. Ga mau kan punya adik tapi ibuknya sakit sakitan dan justru anak terlantar? .

💕3. GOLDEN AGE anak pertama bisa jadi terlewatkan ketika punya adik lagi. Padahal masa tumbuh kembang pesatnya ada di usia ini (window period) #1000haripertamakehidupan. Enam bulan pertama anak sangat (dan harus) nempel sama ibukkknya. Demi bonding dan transfer kasih sayang. Setelahnya ketika anak merangkak berdiri jalan ada fase pertumbuhan yang harus selalu dikawal orang tua. Kecuali bisa seimbangin kasih sayang kakak dan adik yang selisihnya deket ya. Belum lagi soal perkembangan emosi dan peletakan aqidah dasar anak, usia kritis ini alangkah indahnya jika masih tunggal milik si kakak, anak pertama. .

💕4. Allah suka generasi yang kuat…. Di surat Annisa mah disebutkan diksinya jangan meninggalkan generasi yang lemah di belakang. Jadi kalau punya adik tanpa perencanaan yang matang, it’s time to worry… Bukan menolak rejeki (anak) tapi menyiapkan generasi yang lbh unggul. #tsaah Rasulullah pun menahan berkumpul dg Ibunda Aisyah ra. Karena saat menikah masih belia, nah ini nahan punya adik karena sang kakak masih belia, mirip2 toh 😊

opini ini dibuat ketika anak pertama saya usia 5m20d usia saya 27 tahun, jadi kalau menunda punya adik pun insyaAllah masih ada rentang sampai usia 30an ya…. Perempuan kan 30an tenaga fisik sudah menurun dan lebih banyak risiko kesehatannya kalau hamil, jadi kalau screeningnya saya masih area HIJAU ya….

——-

Sampai catatan ini dibuat kami belum menggunakan KB implant atau hormonal. Masih KB alami dengan ASI-ekslusif direct BF. 


Tiga Masa Kegelapan


“Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” ( Qs 75 : 36-37 )

Melihat garis dua pada quick test kehamilan adalah kebahagiaan tersendiri bagi pasangan yang sedang menunggu buah hati. Selamat jika garis dua sudah terlihat tertanda sudah ada janin yang tumbuh di rahim calon ibu. Jika belum, nikmati masa-masa menunggu sambil memperkaya diri dengan ilmu pra-hamil agar nantinya ketika hamil calon ibu lebih siap dan tidak panikan.

Kali ini bahasan tentang gizi ibu dan perkembangan janin selama kehamilan, sambil merekam jejak ingat kuliah-kuliah Prof Endang dan İbu Anis yang super bikin bertahan mahasiswanya untuk tidak ngantuk.


Kangen banget Prof Endang, dan Bu Anis yang ilmunya luas, bikin saya dahulu betah buka buku 1000 halaman melebihi ketebalan harry potter ke-5 untuk membaca lebih lanjut tentang asal muasal manusia.

biru.png

Setelah konsepsi atau menyatunya sel sperma dan ovum maka sel telur yang telah dibuahi ini akan melekat di dinding rahim untuk  berkembang dan terus membelah. Ada 3 fase pertumbuhan dalam rahim, yaitu fase hyperplasia (peningkatan jumlah sel) yang terjadi pada trimester pertama usia 0-3 bulan kehamilan, ketika terjadi pembelberat mahan sel sehingga ibu hamil perlu banyak protein dan mikronutrisi.  Fase kedua adalah hyperplasia dan hypertrophy (pembesaran sel), pada trimester dua ini selain protein dan mikronutrien juga diperlukan banyak kalori selama pembesaran sel janin hingga usia enam bulan. Di trimester 3,tidak ada sel baru yang terbentuk yang ada hanya pembesaran sel hingga janin cukup berat badan untuk keluar dari rahim. Dibutuhkan lebih banyak kalori.

Bila pada fase hiperplasia terjadi gangguan penurunan jumlah sel yang dihasilkan, atau ketika fase hipertropi terjadi gangguan perbesaran ukuran sel yang dihasilkan kurang dari normal maka akan timbul gangguan pertumbuhan pada janin. Agar tidak salah, secara medis bakal bayi yang sedang tumbuh berkembang di rahim ibu dibedakan penyebutannya sesuai usia. Disebut embrio apabila usia <dari 8 minggu atau dua bulan. Setelah dua bulan hingga sesaat sebelum melahirkan disebut sebagai fetus.

Dalam studi embriologi ada tiga tahap pertumbuhan janin, periode pertama blastogenesis yaitu setelah sel telur dibuahi sperma terbelah, tahap ini lengkap setelah 2 minggu konsepsi/fertilisasi. Periode dua embriogenik (masa kritis), ketika terjadi hanya pertumbuhan jumlah sel, sel membelah menjadi 3 lapisan. Lapisan pertama ectoderm yang selanjutnya akan berdeferensiasi membentuk otak, sistem syaraf, rambut, dan kulit. Lapisan kedua adalah lapisan tengah atau mesoderm yang nantinya akan menjadi otot, tulang, komponen kardiovaskuler jantung, dan sistem ekskresi (sistem pembuangan). Sementara lapisan ketiga adalah endoderm yang nantinya akan spesifik menjadi sistem penncernaan, sistem pernapasan dan pembentukan kelenjar. Periode ketiga tahap pertumbuhan janin, setelah melewati masa kritis fetus akan tumbuh cepat yakni usia kehamilan 3 bulan hingga melahirkan. Pada masa ini berat janin yang semula sekitar 6 gram akan bertambah hingga 3000-3500 gram, di tahap inilah terjadi pertumbuhan jumlah dan ukuran sel.

….. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang [berbuat] demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan? (QS.39 Az-Zumar :6)

Jika ibu hamil kurang naik berat badan maka ada risiko komplikasi maternal selama kehamilan dan kemungkinan bayi lahir dengan BB rendah (BBLR) atau kondisi prematur lahir dini. Sebaliknya jika ibu mengalami pertambahan BB yang tidak wajar saat hamil, ada risiko komplikasi selama kehamilan dan kemungkinan bayi lahir dengan cacat pada syaraf tulang belakang atau berat badan bayi yang berlebihan. Jika ibu hamil kurang asupan gizinya, misalnya kurang asupan asam folat maka berisiko bayi lahir dengan cacat bawaan di syaraf tulang belakang karena gagal tumbuh saat masa embrio.

Mengenal Trimester Kehamilan

Trimester 1 ditandai dengan multiplikasi 1 sel ovum menjadi ribuan sel baru dan dalam beberapa jam saja menjadi kelompok sel yang berbeda-beda. Setelah jaringan embrio terbentuk akan terjadi pembentukan organ-organ dan sistem fisiologis tubuh. Akhir bulan pertama kehidupan embrio dalam uterus dan jaringan pengikat embrio serta terbentuknya tulang mulai terlihat. Pada bulan kedua, kehidupan embrio dan tulang mulai terbentuk.  Pada  minggu ke delapan, embrio telah berbentuk seperti manusia. Disinilah pada trimester pertama terjadi metabolisme paling aktif dalam kehidupan pre-natal atau sebelum kelahiran. Pada masa ini rentan terhadap faktor lingkungan, misalnya asupan gizi dan genetik dapat mengganggu pertumbuhan.

Awal trimester 2 pembagiain sel, jaringan, organ sudah sempurna embrio menjadi janin. Dalam 12 minggu pertama kehidupannya dalam rahim terutama terjadi pertumbuhan panjang.

Pada trimester 3, pertumbuhan berat lebih cepat terjadi. Puncak pertumbuhan berat pada usia 33 minggu kehamilan. Oleh karenanya, deposit lemak ibu harus disesuaikan, jangan kurang, jangan pula terlalu berlebih. Sekitar usia 26 minggu kehamilan (6.5 bulan) jumlah lemak hanya 1% (10gr) dari total komposisi tubuh. Akumulasi lemak terus berlangsung hingga mencapai 12% (360 gr) pada usia kehamilan 38 minggu (9 bulan). Pada trimester akhir ini, terjadi perkembangan sistem fisiologis seperti penyesuaian sistem pernapasan, pencernaan dst yang terjadi karena janin bersiap memasuki transisi kehidupan yang lebih terang di luar rahim ibu. Sehingga dapat disimpulkan puncak pertumbuhan panjang bayi pada trimester 2, sementara puncak pertumbuhan berat bayi terjadi pada trimester 3.

Puncak kecepatan pertumbuhan PB terjadi pada minggu 20 kehamilan, namun pada saat yang sama kecepatan pertumbuhan BB berkurang kecepatannya. Sementara itu, pertumbuhan berat janin juga mencengangkan, bayangkan ketika usia 8 minggu fetus hanya memiliki bobot 2-2.7 gr, lalu pada akhir bulan ke enam sudah menjadi 700 gram atau setara 20% berat lahir.

“Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan.” ( Qs 76 : 2 )

Semua ibu hamil berharap masa kehamilan dilalui dengan mulus, tidak ada gangguan kesehatan fisik dan psikis selama 9 bulan berharga tersebut, baik janin maupun ibu sehat. Tetapi jika ada gangguan seperti kurangnya asupan zat gizi, stres pikiran dll yang mempengaruhi kondisi kehamilan. Secara umum ada dua gangguan pertumbuhan dalam rahim. Pertama, gangguan instrinsik, yakni gangguan pertumbuhan janin bukan karena tidak cukupnya asupan gizi dari ibu, tetapi ada faktor lain seperti ada ketidaknormalan kromoson, adanya pengaruh obat-obatan tertentu, dan infeksi pada ibu. Jika hal ini terjadi, efeknya bisa terjadi malformasi pada janin.

Gangguan ekstrinsik sebaliknya karena ukuran plasenta lebih kecil dari ukuran normal sehingga janin tidak menerima gizi yang cukup, atau bahkan ada kemungkinan suplai darah ke janin terhenti, bisa juga terjadi karena ibu makan makanan yang kurang protein sehingga sintesis gizi ke plasenta tidak maksimal. Jika terjadi kekurangan protein maka akan terjadi penurunan jumlah dan ukuran sel plasenta, dan mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin yang asimetris, maksudnya bisa saja ukuran otak dan lingkar kepala janin normal namun terjadi penurunan ukuran liver, cadangan glikogen tidak tersedia atau bayi lahir dalam keadaan hipoglikemik (kurang energi). Gangguan pertumbuhan simetris juga bisa terjadi dan ini lebih mengkhawatirkan karena pada kondisi ini terjadi reduksi pada semua organ tubuh bayi 15-20%, ukuran otak dan lingkar kepala yang lebih kecil dari ukuran normal, dan terjadi penurunan jumlah sel terbesar pada bagian otak. Hal ini tentu mempengaruhi kecerdasan dan performa fisik janin setelah lahir.

Jadi sebelum melewati masa kritis, calon ibu harus memperhatikan betul setiap gerak gerik perilaku makan dan kesehariannya, memastikan gizi yang cukup terutama protein untuk bekal awal pertumbuhan di trimester pertama. Sekarang mari kita intip pertumbuhan si cabang bayi dalam kegelapan rahim mulai usia satu hari.

Perkiraan bentuk janin di usia - 1 hari 

Perkiraan bentuk janin di usia – 1 hari

Perkiraan bentuk janin di usia - 14 hari

Perkiraan bentuk janin di usia – 14 hari

Perkiraan bentuk janin diusia 16 hari

Perkiraan bentuk janin diusia 16 hari

Perkiraan bentuk janin di usia 21 hari

Perkiraan bentuk janin di usia 21 hari

Perkiraan bentuk janin di usia 22 hari

Perkiraan bentuk janin di usia 22 hari terlihat pemanjangan cikal bakal tulang belakang

Perkiraan bentuk janin di usia 23 hari, semakin memanjang dan sel terus mengalami spesifikasi

Perkiraan bentuk janin di usia 23 hari, semakin memanjang dan sel terus mengalami spesifikasi

ini bukan gigi, tetapi susuna syaraf tulang belakang yang terbentuk di usia 24 hari

ini bukan gigi, tetapi susuna syaraf tulang belakang yang terbentuk di usia 24 hari

usia 25 hari

usia 25 hari, tampak samping

usia 26 hari, meski belum genap 1 bulan namun ekor tulang belakang, bakal kepala, tangan dan kaki sudah mulai terlihat jelas

usia 26 hari, meski belum genap 1 bulan namun ekor tulang belakang, bakal kepala, tangan dan kaki sudah mulai terlihat jelas

mirip kecebong yah, ada buntutnya, demikian kebanyakan spontanitas. Bentukan kepaladan jantung sudah mulai terlihat menonjol di bagian dada

mirip kecebong yah, ada buntutnya, demikian kebanyakan spontanitas. Bentukan kepaladan jantung sudah mulai terlihat menonjol di bagian dada

usia 32 hari semakin bertumbuh

usia 32 hari semakin bertumbuh

ada yang melihat mata? i usia 44 hari dalam rahim masih dalam masa kritis.

ada yang melihat mata?  usia 44 hari dalam rahim masih dalam masa kritis.

usia 52 hari, kaki dan tangan serta bagian perut sudah makin jelas, hidungnya juga sudah ada

usia 52 hari, kaki dan tangan serta bagian perut sudah makin jelas, hidungnya juga sudah ada, 90% sudah terlihat utuh

 

tepat usia 3 bulan, akhir TM1 perkembangan kritis selesai, selanjutnya janin memperberat bobot badannya.

tepat usia 3 bulan, akhir TM1 perkembangan kritis selesai, selanjutnya janin memperberat bobot badannya.

Saraf pusat mulai ter-koordinasi secara baik diusia 3 bulan kehidupan pertamanya dalam rahim. Diafragma mengalami perkembangan yang cukup pesat, sehingga bentuk bagian dada perut makin jelas. Saat ini bahkan fetus telah melakukan gerakan jungkir balik dalam perut Ibu. Sering mengalami cegukan (ini normal), dan menurut teman pas cegukan geli rasanya Fat. Mulut & bibir sudah mencoba aktifitas menghisap & menelan, segala puji bagi Allah yang menciptakan kehidupan setelah ketiadaannya.

Bulan ke-4, janin sudah mulai berputar – putar & bermain dalam perut Ibu. Bentuk wajah semakin sempurna menyerupai Ayah / Ibu, maka tidak jarang banyak calon Ibu Bapak yang memiliki banyak uang melakukan USG 4 dimensi untuk melihat penampakan wajah si kecil. Usia ini, bola mata sudah bisa digerak – gerakkan dan berkedip serta sudah mampu melihat objek dan telah peka terhadap cahaya. Pintar sekali ya….

Memasuki bulan kelima, janin sudah mulai mampu meraba dan menggenggam dengan kedua tangannya. Bahkan secara rutin mengisap jempol telah dikuasai dan mulai bulan ini rambut halus (lanugo), sudah mulai tumbuh lapisan lemak (vernix caseosa), sudah mulai melapisi sekujur tubuh sudah memiliki alis mata,   dengan rambut yang sangat halus. Sudah mulai merasakan getaran perasaan Ibu  (bila Ibu cemas maka janin akan merasa ikut cemas, bila Ibu merasa bahagia maka janin akan merasa bahagia dan seterusnya). Saat ini komunikasi dengan janin harus mulai dibangun. Terlebih jika mengingat sudahnya ditiupkan ruh ke janin, sehingga ia tak lagi hanya segumpal darah.

Janin usia enam bulan sudah memiliki indera pendengaran yang sempurna, sudah dapat membedakan sura. Bahkan struktur jaringan tulang dan ototnya sudah semakin kuat. Dan, kelamin si buah hati semakin terlihat sempurna di bulan ini. Rangsang janin dengan alunan Quran, ajak komunikasi ibu dan ayah, sertakan dia dalam perbincangan maka bonding akan terbentuk bahkan jauh sebelum lahir.

Di usia ke tujuh, tubuh mulai terbungkus oleh lemak agar hangat. Banyak yang mengeluhkan persalinan dengan bayi banyak lapisan lemak adalah persalinan kotor, ibu tak pandai menjaga makanan sehingga anaknya banyak lemak. Padahal selama tidak berlebihan lemak vernix caseosa justru baik karena melindungi bayi saat lahir agar tak kedinginan menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar rahim. Bulan ketujuh,  fungsi otak  sudah mulai berkembang dg sangat pesat, bahkan bayi sudah siap untuk keluar.

Bulan ke delapan, kuku sudah terbentuk dan janin siap dilahirkan. Hingga akhirnya sampai dibulan Sembilan, ketika antibody telah terbentuk secara utuh bayi sudah merasa bosan dalam kandungan, ibu akan merasakan masa-masa menunggu persalinan. Selamat menikmati 38 minggu penuh keajaiban wahai para wanita beruntung berbadan dua. Stay healthy!

Sumber:

Kuliah maternal Prof Endang, dan Ibu Anis

Nutrition throughout the Life Cycle

The Pregnancy Book.

Pregnancy for Dummies

From First Kicks to the First Steps.

 

Ada apa dengan Syar’i?


“Iya ka, sekarang tuh udah ga jaman kata-kata hits, kekinian juga kayanya udah lewat, ga ngerti lagi sekarang di Indonesia yang lagi ngetrend apa lagi. Sekarang mah kak yang lagi ngetrend itu jilbab ala Laudya Cynthia Bella atau yang syari-syari gitu….”, kata si pemilik mata indah, si energetic ketua PPI Ankara—Intan ketika hari dingin itu kami dikumpulkan di ruang tamu seadanya di kontrakkan kami.

Saya membatin, weleh pulang ke Indonesia akan jetlag seperti apa ya? Alih-alih sudah sangat rindu rumah, saya justru kali ini ingin menuliskan hal yang menggelitik pikiran, susah berulang kali ngedumel sama suami tapi jawabannya memang selalu sok cool, “ya yang biasa saja, jangan berlebihan”, katanya menimpali saya yang tengah mengomentari baju gamis swing-swing dengan label brand ternama harga jutaan rupiah. Pokoknya mendadak syar’i…

syari

Eleuh eleuh mahal pisan!  Yang membuat saya menggeleng-geleng adalah baju muslimah yang ditawarkan laku keras dengan label syari. Di satu sisi saya merasa bersyukur, alangkah beruntungnya wanita Indonesia yang kebebasan beragama dan menunjukkan identitas kemuslimahannya begitu mudah, lebih bersyukur lagi karena dilain pihak banyak juga generasi muslim (muslimah terutama) yang masih belum tersentuh akan pentingnya aurat sehingga mengikuti arus fashion yang kebablasan—ala korea, ala jepang, ala amerika, ala sambalado? 😀 Maka berkembangnya industri pakaian muslim ala gamis swing-swing juga patut dilihat sisi positifnya.

Tapi, tapi, ada tapinya…. Sungguh ada yang patut dikoreksi, apakah label syari telah benar masih lurus menjadi sarana dakwah muslimah untuk menutup aurat atau telah jauh menjadi komoditi, seketika dengan label syar’I muslimah berjilbab lebar berbondong-bondong memborong. Ah sungguh, dunia hanya tipu daya. Jangan-jangan nantinya ada kaus dalam syar’I atau kacamata syar’i? Could it be? Mungkin saja. Mari sejenak merefleksikan arti pakaian dan fashion, apakah sama?

Pakaian muslimah atau Fashion Muslimah?

Menjelang bulan Ramadhan dan puasa  biasanya kaum hawa kalap mata, ingin berhias diri menjelang hari istimewa dan hari fitri, semua pakaian indah dibeli. Menutup aurat dengan pakaian muslimah syaratnya terbilang tidak terlalu rumit, mencakup syarat bukan dengan tujuan untuk berhias atau melawa, menggunakan kain yang tebal (bukan yang tipis) sebagai kain pakaiannya, tidak ketat (longgar) dan menggambarkan bentuk tubuh, tidak menyerupai pakaian lelaki, tidak menyerupai pakaian wanita kafir, dan bukan pakaian untuk bermegah-megahan.

Tapi… tapi kan memang wanita fitrahnya suka berhias? Kan selera perempuan satu sama lain beda, ini belum termasuk berlebihan dan bermegah-megahan. Bisa saja kan kita mengelak, namun sungguh kembalikan kembali fitrah yang sederhana menjadi kecantikan alami perempuan. Bisa jadi memang standar setiap perempuan berbeda, namun perlu dibedakan pakaian muslimah dengan fashion muslimah. Selamanya, pakaian muslimah standarnya sama, sedangkan fashion muslimah selalu berubah. Dua tahun lalu, mode jilbab A dengan model baju x, lain lagi dengan tahun ini dengan model jilbab C dengan baju fashion Z. Lagi-lagi jika mengikuti fashion maka wanita hanya akan menjadi objek komoditi dan konsumen empuk industri fashion.

Bisa jadi standar setiap perempuan berbeda, ada yang cukup dengan pakaian muslimah seharga puluhan atau ratusan ribu, ada yang standarnya harus branded  dengan budget tinggi. Pertanyaannya adalah, apakah standar sebagian perempuan kah yang lebih rendah dari yang lain atau justru secara tidak sadar kita menaikkan standar berpakaian sendiri? Dahulu kita puas hanya dengan berbelanja pakaian di pasar tradisional atau department store  di kota, sekarang rasanya tidak puas jika pakaian bukan keluaran butik terbaru atau import luar negeri atau top branded yang sering digunakan untuk ootd para artis? Bukankan kesederhanaan sendiri adalah kunci kecantikan seorang perempuan?

Allah the Exalted says in Surat an-Noor, ayah 31:
And tell the believing women to lower their gaze and guard their private parts and not show of their adornment except only that which is apparent, and draw their veils over their (necks and) bosoms and not reveal their adornment except to their husbands, their fathers, their husbands’ fathers, their sons, their husbands’ sons, their brothers, or their brothers’ sons, or their sisters’ sons, or their women, or their slaves, or male servants who lack vigor, or small children who have no knowledge of women’s private parts. And let them not stamp their feet so as to reveal what they hide of their adornment. And turn you all to Allah in repentance, O believers, that you may be successful.

And He says in Surat al-Ahzab, ayah 59:
Oh Prophet, tell your wives and your daughters and the women of the believers to draw their outer garments close around them. That will be better, that they may be known and so not be bothered. And Allah is oft-forgiving, most merciful.

Jadi layaknya niat menimba ilmu, niat bekerja, niat menikah, niat segala sesuatu yang harus selalu di-refresh  maka niat belanja dan berhias diri bagi para muslimah juga layak ditinjau ulang selalu. Empat jempol untuk para penggiat industri pakaian muslim di Indonesia. Bayangkan kekuatan negara muslim terbanyak di dunia, dengan proporsi penduduk wanita usia 15-60 tahun di tahun 2010 tercatat sekitar 80 juta orang. Sebuah kekuatan, potensi besar sekaligus bisa menjadi sasaran empuk komersialisasi kesyarian  Islam.  Alih alih mengimbangi kemajuan pesat perkembangan fashion muslimah Indonesia, maka mengimbangi dengan peningkatan kapasitas intelektual dan akhlak muslimah menjadi tantangan tersendiri.

Menghiasi luar atau memperbaiki akhlak?

Ini sebuah pertanyaan retoris yang seringkali membuat muslimah pantang surut. Buat apa berhijab tertutup tetapi akhlak belum benar? Atau sebaliknya pernyataan sumbang sayang banget pakai gamis jilbab lebar syari tetapi suka x, y, z.  Namun sejatinya ini persoalan sederhana, bahwa tidaklah bijak menilai sesuatu dari luar, masalah akhlak setiap muslimah tidak bisa disama ratakan sesuai tampilan jilbab, gamis, atau jubahnya. Menutup aurat adalah wajib, memperbaiki akhlak juga sepaket dengannya, namun setiap muslimah yang senantiasa memperbaiki akhlaknya adalah proses seumur hidup. Tidak bisa juga menakar kematangan akhlak seseorang sama. Tidak ada larangan muslimah mengekspresikan dirinya, berhias sesuai kepribadian dan karakternya namun idealnya ketika melekatkan pakaian muslimah yang terlebih kesyarian nya secara otomatis public akan melihatnya sepaket sebagai agen Islam, sosok muslimah utuh.

Tidak patut juga ketika seorang muslimah yang telah berpakaian syari menutup aurat mengklasifikasikan muslimah lainnya yang belum berpakaian syari  belum benar, belum Islam, atau belum mendapat hidayah, atau sebutan lainnya. Lain jalan beda waktu sampainya, berkhusnudzon bahwa mereka masih berproses adalah prasangka yang melegakan.

Btw, dear muslimah, saya setuju sekali dengan gerakan OIOO (One In One Out), jadi ketika teman-teman muslimah memiliki kelebihan rejeki dan bisa mengkoleksi berbagai pakaian terbaru yang tanpa disadari menghabiskan ruang di lemari, maka bukan lemari pakaiannya yang harus ditambah melainkan pakaiannya yang harus dikeluarkan. Ada hak muslimah lain mungkin yang ingin menutup aurat, ada pertanggung jawaban nya nanti ketika semua pakaian mubazir berdebu di lemari.

Banyak ya ternyata hal kecil dari kehidupan seorang wanita muslim. Di satu sisi berjuang meninggalkan image wanita berhijab kumuh dan tak menarik, disisi lain juga berjuang agar pakaian yang dipakai tetap sesuai syarat keberkahannya bukan untuk berbangga-bangga.

“Allahumma lakal hamdu anta kasawtaniihi. As-aluka min khoirihi wa khoiri maa shuni’a lah, wa a’udzu bika min syarrihi wa syarri maa shuni’a lah (artinya: Ya Allah, hanya milik-Mu lah segala pujian. Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada-Mu agar memperoleh kebaikan dari pakaian ini dan kebaikan yang ia diciptakan karenanya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang diciptakan karenanya).

swing....

swing….

Jadi, besok pakai baju yang mana Dear? 😀

Jewish Reading Habit


Saya sedang membuka chapter dua puluh lima buku di tangan ketika seorang bapak berusia tiga puluhan bangkit berdiri dan mengambil smartphone dari tangan anak lelaki yang saya taksir berusia Sembilan atau sepuluh tahun, dengan bahasa yang saya tidak mengerti sang ayah seolah menasihati anaknya untuk tidak berlama-lama berkutat dengan game di telepon genggam canggihnya. Malam itu kami sedang menunggu penerbangan, duduk di antara hiruk pikuk orang yang sedang menunggu open gate pesawat. Perhatian saya akhirnya berhenti melihat sekeluarga ini, seorang pasangan suami istri usia tiga puluhan akhir atau awal empat puluhan dengan empat orang anak yang sulung adalah gadis seusia sekolah menengah atas. Lalu berturut-turut gadis usia empat belasan tahun, bocah lelaki Sembilan tahun yang baru saja di nasehati ayahnya dan si bungsu gadis berambut pirang berusia tujuh tahun.

keluarga Yahudi yang mencuri perhatian dengan bukubuku nya

keluarga Yahudi yang mencuri perhatian dengan bukubuku nya

Yang menarik adalah ke ayah, ibu dan si gadis sulung duduk tenang dengan genggaman buku masing-masing; sesekali telinga mereka mengawasi pengumuman dari speaker mengenai informasi penerbangan dan panggilan penumpang, sesekali mata mereka mengawasi board yang berkedip kedip menampilkan jadwal keberangkatan. Seketika si anak dinasihati ayahnya, ibu dan si sulung yang sedang khusuk membaca menghentikan aktivitasnya, seolah merasa terganggu karena destruksi fokus. Si sulung membaca novel kontemporer karangan John Green, sang ibu membaca buku setebal kurang lebih dua ratus halaman, dan entah apa yang dibaca sang ayah, namun kesamaannya adalah buku mereka sama-sama ditulis dalam bahasa Ibrani (Hebrew). Sang kakak sulung untuk menghentikan adiknya yang merajuk membongkar tasnya dan merogoh buku bacaan lain dan menyodorkannya ke si adik kecil usia Sembilan tahun. Sebuah pemandangan langka, sekeluarga penuh memiliki minat baca.
Kepada para penumpang untuk nomor pesawat PG 2109 menuju Tel Aviv pintu masuk pesawat telah dibuka.

Dua puluh menit setelah mereka semua membaca dan menunggu akhirnya waktu keberangkatan mereka tiba, menuju kampung halaman mereka di Tel Aviv, Israel.

Saya berpikir keras, mereka yang pandai bahasa Ibrani ini tentu Yahudi-yahudi yang cerdas bisa membentuk kebiasaan membaca di tengah keluarga. Seorang Stephen Covey’s bahkan pernah menuliskan kebiasaan efektif orang-orang Yahudi dalam bukunya The Seven Habits of Highly Effective People, yang isinya diambil dari nilai-nilai kebiasaan yang ditanamkan pada para pemeluk Yahudi.

Terdapat sekitar 14 juta orang yahudi di dunia ini; hanya sekitar 0,21 persen penduduk dunia. Namun dari sedikit orang tersebut mengapa terlahir orang-orang yang begitu hebat? Adakah pembaca budiman pernah merenungkannya? Albert Einstein, merupakan tokoh cendekiawan paling berpengaruh sepanjang abad bahkan dianugerahi oleh majalah Time sebagai “Manusia Abad ini” adalah seorang yahudi, Sigmund freud yang dinobatkan sebagai bapak Psikoanalisis adalah seorang yahudi, begitu juga dengan Paul Samuelson dan Milton Friedman.

Contoh lain dari sebagian kecil orang Yahudi yang berjasa dalam bidang kemanusiaan adalah: Benjamin Rubin yang berjasa karena penemuan jarum suntik; Jonas Salk berhasil menemukan vaksin polio; Gertrude Elion menemukan obat penyakit leukemia; Baruch Blumberg menemukan vaksinasi Hepatitis B; Paul Ehrlich menemukan obat penyakit syphilis; Elie Metchnikoff memenangkan nobel atas penemuannya terhadap penyakit menular; Bernard Katz memenangkan nobel karena menemukan transmisi molecular; Andrew Schally memenangkan nobel karena menemukan penyakit endokrinologi (penyakit yang berhubungan dengan tidak berfungsinya system endokrin, diabetes, hyperthyroidism); Aaron Beck menjadi penemu terapi kognitif (Terapi psikologis untuk mengatasi gangguan mental, depresi dan phobia); Gregory Pincus mengembangkan pil kontrasepsi pertama di dunia; George Wald memenangkan nobel atas sumbangannya terhadap pengembangan studi khusus mengenai mata; Stanley Cohen yang memenangkan nobel atas sumbangannya terhadap studi embriologi; Willem Kolff yang menemukan alat untuk menganalisis ginjal.

Sejak tahun 1901 kegiatan Nobel diselenggarakan, orang-orang Yahudi telah merebut 195 hadiah Nobel. Saya masih ingin meneruskan daftar kehebatan mereka, Stanley Mezor menjadi penemu Chip mikro-prosesor; Leo Szilard menjadi orang pertama yang mengembangkan reactor nuklir; Peter Schultz adalah orang yang menemukan serat kabel optic; Charles Adler menemukan traffic lights; Benno Strauss menemukan stainless steel; Isador Kisee menemukan sound yang biasa digunakan untuk dunia perfilman; Emile Berliner menemukan mikrofon telpon; dan Charles Ginsburg menemukan videotape recorder.

Dalam dunia bisnis dan keuangan dikenal orang-orang Yahudi yang cukup piawai, misalnya: Ralph Lauren (pemilik merk terkenal Polo), Levis Strauss (pemilik merk terkenal Levi’s Jeans), Howard Schultz (pemilik Starbuck’s), Sergey Brin (penemu mbah Google), Michael Dell (penemu dan pemilik Dell Computers), Larry Ellison (Oracle), Donna Karan (pemilik merk terkenal DKNY), Irv Robbins (Baskins & Robbins) and Bill Rosenberg (pemilik Dunkin Donuts).

Richard Levin adalah Presiden di Universitas Yale; Henry Kissinger (mantan Sekertaris Negara Pemerintah USA), Alan Greenspan (mantan Kepala Bidang Pangan masa pemerintahan reagen, Bush, Clinton dan bush), Maxim Livinov (mantan menteri Luar negeri Rusia); David marshal (perdana menteri pertama Singapur); Isaac Isaacs (Gubernur jenderal Australia); Benjamin Disraeli (Negaarawan dan Penulis dari Inggris); Yevgeny Primakov (Perdana Menteri Rusia); John Deutsch (Direktur CIA); Herb Gray (Deputi perdana Menteri Kanada); Pierre Mendes (Perdana Menteri Prancis); Michael Howard (Sekertaris pemerintah inggris); dan Robert Rubin (Sekertaris bendahara negara Amerika).
Di bidang media, kita mengenal tokoh yahudi yang terkenal, misalnya: Wolf Blitzer ( CNN ), Barbara Walters (ABC News), Eugene Meyer ( Washington Post ), Henry Grunwald (Kepala Editor Majalah Time), Katherine Graham (Penerbit Washington Post ), Joseph Lelyyeld (Executive editor, New York Times), and Max Frankel (New York Times).

Dalam bidang olahraga agak sedikit ditemukan namun cukup membanggakan. Kita mengenal Lenny Krayzelburg yang memenangkan 3 medali emas olimpiade, kemudian mark Spitz yang memenangkan 7 medali emas olimpiade, dan satu lagi petenis Boris Becker petenis yang fenomenal, kesemuanya adalah yahudi.

Saya tidak hendak menghubung-hubungan seluruh manusia sukses dan cerdas ini dengan teori konspirasi atau sejenisnya, saya juga tidak hendak menekankan Quran yang memang dengan tegas telah menyebutkan bahwa bangsa Israel atau dalam Al Quran disebut Bani Israil yang sebagian besar beragama Yahudi itu merupakan keturunan Nabi Yaqub. Mereka ini adalah kaum yang diciptakan Allah dengan banyak kelebihan, bahkan nabi-nabi yang mendapatkan wahyu yaitu Nabi Daud, Musa, dan Isa berasal dari kaum Bani Israil.

“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmatKu yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingat pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.” (QS 2:47)

Ada beberapa kunci keberhasilan bangsa Yahudi sehingga menjadi bangsa yang menguasi dunia meski hanya memiliki wilayah negara yang sedemikian sempit.

  1. Pendidikan;
    1. Anak-anak Israel diwajibkan menguasai setidaknya tiga bahasa (Hebrew/Ibrani; bahasa Arab dan Bahasa Inggris); pendidikan formal mereka dibagi menjadi empat jenis sekolah yaitu Jewish state secular schools (“state schools”) sekolah negeri bangsa Yahudi; Jewish state religious schools (sekolah negeri berbasis agama); Arab state schools (sekolah negeri Arab); Arab Christian schools (sekolah Kristen Arab); dan Jewish independent schools; umumnya diisi oleh Jewish ultraorthodox communities. Sejak awal mereka sudah memiliki bekal tiga bahasa untuk menguasi ilmu dunia.
    2. Sekolah mereka menekankan aplikasi, salah satu syarat kelulusan adalah menemukan produk baru untuk pengembangan bisnis meski hal sederhana, pengajaran sains seperti matematika diaplikasikan dalam perencanaan keuangan dan bisnis sehingga tidak heran mereka mampu menjadi generasi yang kreatif dan inovatif.
    3. Penelitian oleh seorang Yahudi, Yariv Feniger dan rekan-rekan bertajuk Religiosity, Reading and Educational Achievement among Jewish Students in Israel menunjukkan perbedaan karakteristik pelajar di Yahudi disekolah sekuler (umum) dengan sekolah berbasis agama dan mereka tidak menempatkan sekolah berbasis agama sebagai sekolah marginal, justru diakui tingkat kemampuan membaca sekolah berbasis agama lebih tinggi (karena mereka dibiasakan membaca Taurat setiap hari dengan bahasa Ibrani). Tingginya minat baca masyarakat Yahudi juga didukung lingkungan keluarga, kebiasaan baca sudah dididik sejak kecil dalam keseharian. Meski kenyataannya pelajar di sekolah berbasis agama adalah golongan menengah ke bawah dan diekspektasikan tidak secemerlang karir mereka yang bersekolah di sekolah umum, nyatanya mereka memiliki keunggulan dalam hal kemampuan membaca dan menulis kritis (writing skill). Anak-anak dari keluarga Yahudi religious terbiasa tidak menonton televisi, tidak melakukan perjalanan jauh di hari Sabtu (Sabat) dan penelitian menemukan waktu luang mereka dihabiskan untuk membaca terutama terkait literatur agama. Jumlah buku bacaan anak-anak yang mendapat pendidikan formal berbasis agama terbilang lebih banyak dibanding yang di sekolah sekuler; bukan karena rata-rata pendidikan ayah mereka lebih tinggi namun karena lingkungan rumah mereka yang lebih mendukung untuk nyaman Pemimpin negara Israel bahkan mengutip semua pemimpin Amerika adalah Yahudi dan mereka adalah para serious reader. Bukan seratus dua ratus buku di perpustakaan pribadi mereka melainkan tiga hingga enam ribu buku.

 

  1. Keteraturan Ibadah;
    1. Keluarga yahudi yang taat diajarkan untuk melakukan ritual sembahyang; silakan lihat bagaimana cara mereka sembahyang disini. Salah satu pemeluk Yahudi dalam blog personalnya menuliskan bahwa aktivitas ibadah menyangkut dua kunci : commitment and consistency. Lebih lanjut, uraian berikut memperlihatkan sempurnanya bentukan praktik ibadah kaum Yahudi. Mereka merasakan manfaat ibadah bukan hanya ritual melainkan sebuah kebutuhan.

 

I’ve fallen out of the habit of praying on a daily basis. And it is harder to get started again than it was to wake up on a morning that I’m feeling unmotivated and uninspired and to begin a conversation with God. What would be even harder is if I had never done it in the first place. Because I already know how to pray, at least in terms of traditional prayer, it’s easier to get started again than if I hadn’t ever.

 

As with building any sustainable habit, it’s also important to start small. It’s unrealistic to think that I’ll now spend an hour a day in prayer. I’m disappointed in myself for committing to only 5 minutes a day. But I know that it’s most definitely better than nothing.

 

Potret keluarga Yahudi yang saya lihat tempo hari memberikan refleksi dalam; sudah seberapa nikmat beribadah? Apakah masih terasa sebagai sebuah ritual atau sebuah kebutuhan? Sudah seberapa serius, sebagai muslim, menyiapkan anak-anak generasi kedepan menjadi seorang yang cinta ilmu cinta buku? Sebulan ini buku apa yang sudah saya baca? Setiap hari masih enggankah membuka Al-Quran?

The key is not to get discouraged, for each year, month, week, or day, is another chance to try again.

 

Referensi bacaan:

Feniger, Y; Shavit, Y; Ayalon, H. 2014. Religiosity, Reading and Educational Achievement among Jewish Students in Israel. International Journal of Jewish Education Research. 2014(7) p.29-67

http://mfa.gov.il/MFA/AboutTheMinistry/Events/Pages/Israel-promotes-reading-among-children-in-Myanmar-14-Feb-2014.aspx

http://www.jpost.com/Opinion/Op-Ed-Contributors/Israeli-leaders-are-readers-331965

https://www.islampos.com/mengapa-orang-yahudi-rata-rata-pintar-4264/

http://www.aish.com/ci/s/Stephen_Covey__the_Jewish_7_Habits.html

https://sitzfleisch.wordpress.com/2012/01/08/developing-jewish-habits/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cerita Musim Semi (Teladan Sultan Beyazid II)


Rabu pagi diakhir bulan April ini cuaca seakan saling berkelahi, jika tahun sebelumnya April adalah musim sempurna ketika bunga-bunga tulip bermekaran dimana-mana, setiap ruas tanah dengan akar rumput kering sisa tertimbun salju musim dingin perlahan menghijau, ada saja bunga liar cantik yang tumbuh seakan tersemai utuh; namun tahun ini April masih dingin. Hujan berselang setiap hari, cerah mendung silih berganti. Adakah memang semi malas berpisah dengan angin Utara musim gugur?

Petak tanah kering seolah kini berganti menjadi pemandangan karpet hijau, sejatinya itu hanya rumput-rumput hijau yang mulai bangun dari tidur panjang musim dingin. Hamparan bunga kanola kuning dengan batang tinggi kurus mencipta kunang-kunang di siang hari, bunga kanola berwarna kuning kecil, berumur hanya tiga bulan sepanjang musim semi, ketika tangkai hijau kurusnya terus bertumbuh dan mulai tak tahan dengan sinar matahari berlebih musim panas mereka akan mulai mengering—atau sengaja ditebas dibersihkan. Bunga bermahkota warna-warni terus tumbuh diantara belukar. Jika ada bunga kanola kuning berayun bersama angin serupa kunang-kunang, ada pula koloni bunga dandelion dengan kepala berat penuh dengan kapas putihnya. Berayun-ayun menunggu angin yang akan menerbangkannya jauh dari tempat tumbuhnya. Kuncup bunga dan tunas daun saling berlomba tumbuh, entah dijanjikan apa mereka oleh Tuhan-nya jika mekar sempurna indah dipandang mata manusia.

bunga kunang-kunang begitu saya menyebutnya Taken by mamas

bunga kunang-kunang begitu saya menyebutnya
Taken by mamas

“Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). ” (QS. An Nahl: 65)

Benarlah, Allah menumbuhkan bumi setelah matinya. Daun kering berganti hijau, ranting gundul kembali menyembulkan daun, langit muram hitam kelabu menjadi cerah. Istanbul bulan ini penuh bunga, ada festival tulip di Emirgan Park yang menyemai hampir tiga juta juta bunga tulip dari 192 jenis yang berbeda, serta di ruas taman-taman lain seperti di Gulhane park 82 jenis tulip di tanam, hampir satu setengah juta tulip menghiasi taman. Ada juga pameran karpet tulip terbesar di dunia yang terhampar berwarna warni diantara museum megah Hagia Sophia dan masjid kokoh Blue Mosque.

Pesta bunga

Pesta bunga

Siang itu di sekitar Uskudar, Istanbul matahari mulai nampak lagi setelah pagi hujan. Diantara lalu lalang kendaraan, sebelum berpindah ke wilayah Eropa dengan kapal kecil, kaki saya masih enggan beranjak dari sisi jalan yang tertata rapi dengan hiasan bunga. Cukup dengan stiker kecil bertuliskan “Koparmayın”, jangan dicabut, maka bunga-bunga musim semi dengan tenang tumbuh. Diantara genangan air yang tersisa setelah hujan seekor pipit gereja—entah burung kecil ini jenis apa, sedang mematuk-matuk paruh kecilnya minum air digenangan, seolah tak peduli dan tak takut dengan lalu lalang manusia, angin dingin akhir April ini tidak biasa. Alangkah indahnya harmonisasi ini.

Ada remah roti basah tertimpa hujan, ada burung-burung kecil mengais rejeki hari itu. Selintas teringatlah tentang cerita orang dahulu bahwa orang-orang Utsmani ini sangat mencintai hewan. Ah, mungkin saja ketika itu raja bersama selir-nya sambil menikmati sepoi angin laut Marmara yang membiru menebar bebijian, sambil bercengkrama di mulut istana Dolmabahce menghadap laut luas, burung-burung mematuk mengelilingi mereka. Ada pula cerita temurun yang menjelaskan jawaban mengapa disetiap makam orang Turki terdapat cegukan kecil tempat menaruh air. Ceruk kecil untuk menampung air tersebut bukan hanya sebagai wadah air untuk menyirami makam yang bisu, namun ini terkait juga dengan sifat welas asih keturunan Utsmani, konon katanya ceruk kecil tersebut sengaja dibuat aga ketika turun hujan ada air tertinggal dan burung yang datang bisa singgah untuk minum dan bertasbih sejenak untuk penghuni makam yang tertidur bisu.

miniatur bangunan ini adalah rumah burung yang sengaja dibuat oleh arsitek jaman Osmani sebagai bentuk kecintaannya pada hewan. Rumah burung inimenempel di dinding-dinding masjid.

miniatur bangunan ini adalah rumah burung yang sengaja dibuat oleh arsitek jaman Osmani sebagai bentuk kecintaannya pada hewan. Rumah burung ini menempel di dinding-dinding masjid.

Ya, sampai kini akan mudah menemukan burung-burung bertebaran bersama manusia, sekedar mencari remah roti. Ketika menyeberang laut, di saat kapal berguncang-guncang di laut burung-burung camar mendekat seraya memberi salam. Kecintaan pada burung dan hewan lain ini sudah terekam dalam sejarah. Pada masa sultan Beyazid II yang hidup paruh akhir abad ke empat belas, ketika sedang masa pembangunan masjid di Istanbul, mulai dari awal pembangunan masjid selalu datang merpati hingga akhir pembangunan masjid tahun 1505 atau selama empat tahun merpati tersebut selalu berkerumun. Di pelataran masjid yang akan dibangun seolah merpati-merpati tersebut sudah mengambil tempatnya tersendiri. Mulai saat itu, setiap tahunnya Sultan Beyazit II menyisihkan 30 gram emas untuk membeli beras dan bebijian untuk makan para burung, bahkan sang Sultan tak segan mengutus seorang ajudannya dengan tugas khusus menjaga burung-burung tersebut, memberi makan, minum, memelihara ketika sakit dan sebagainya. Begitulah asal mula mudahnya menemukan burung-burung seolah menyatu dengan manusia di Turki.

IMG_2368

Diantara kuncup bunga dan gerimis hujan musim semi, seiring itu pulalah tingkat kebahagiaan masyarakat negara empat musim meningkat. Melimpahnya cahaya matahari, mereka, orang di negara empat musim, menyebutnya musim bunga—spring. Ah, jika engkau penasaran dengan indahnya musim semi, sediakanlah sedikit waktu bernapas pejamkanlah mata, seperti syair ternama Orhan Veli yang berjudul “İstanbul’u dinliyorum”, berjudul ‘’saya mendengarkan İstanbul’’, dalam syairnya yang dalam membawa kita menikmati indahnya alam. Saya mendengarkan İstanbul, mata saya terpejam. Pertama-tama ada angin lembut bertiup, pelan-pelan berayun, daun-daun di pohon-pohon, di kejauhan, ditempat yang jauh…’’

 

Sumber bacaan penulis:

http://blog.milliyet.com.tr/osmanli-dan-gunumuze-hayvan-sevgisi/Blog/?BlogNo=210528

http://www.ibb.gov.tr/sites/istanbuldalalezamani/Pages/LaleBahceleri.aspx

http://www.piramithaber.com/m/?id=45304

 

Dari Bursa untuk Dunia (2)


Rasanya baru kemarin saya menghadiri acara yang sama, program Bursa Dünyaya İlahiyatçı Yetiştiriyor tapi waktu memperkenankan saya untuk menyaksikan momen ketika para pelajar dan penggiat teologi Islam sedunia berkumpul di Bursa untuk edisi tahun 2015. Agak bombastis memang mengatakan momen berkumpulnya para alim pembelajar teologi Islam sedunia, tetapi setidaknya ada enam ratusan mahasiswa dari 62 negara, dosen, tamu undangan yang hadir pada malam 19 Maret tersebut. Acara yang digagas oleh Uludağ Üniversitesi (UÜ) İlahiyat Fakültesi, dalam sambutannya Dekan Fakultas Ilahiyat ini menjelaskan bahwa sudah hampir 21 tahun mahasiswa asing dari berbagai belahan dunia datang menuntut ilmu di Fakultas Ilahiyat, mereka dengan gigih mempersiapkan diri dengan program persiapan bahasa Turki, bahasa Arab lalu menempuh pendidikan sarjana empat tahun, belum lagi jika setelahnya mereka meneruskan untuk dua tahun pendidikan magister dan lima tahun pendidikan doktorat, tidak lain bahwa fakultas Ilahiyat telah mencetak banyak pembelajar dan orang-orang yang menaruh perhatian pada ilmu teologi Islam.

Bapak Dekan Ilahyat Prof. Dr. Yaşar Aydınlı ketika memberi sambutan, nama sang dekan berarti "hidup yang diterangi"  Sumber: hurriyet.com

Bapak Dekan Ilahyat Prof. Dr. Yaşar Aydınlı ketika memberi sambutan, nama sang dekan berarti “hidup yang diterangi”
Sumber: hurriyet.com

Dari sekitar tiga ribu mahasiswa Fakultas Teologi Uludağ Üniversitesi , enam ratusan diantaranya adalah mahasiswa asing. Kebanyakan mahasiswa asing yang datang adalah mereka yang berasal dari negara bekas kekuasaan Osmani dahulu, negara-negara Balkan hingga ujung Eropa bagian timur, negara pecahan soviet, negara-negara Afrika, sampai negara Timur Jauh seperti negara Asia semacam Indonesia, Thailand, Malaysia, dsb.

sang hafidz dari Afrika ketika membacakan quran

sang hafidz dari Afrika ketika membacakan quran

Bertempat di Merinos Atatürk Kongre ve Kültür Merkezi, malam itu acara dimulai pukul 20:00, dengan pembacaan Quran dari salah satu mahasiswa hafidz Quran asal Afrika. Sambutan Prof. Dr. Mehmet Emin Ay, selaku Bursa İl Müftüsü membawa pesan tersirat bahwa tanah Bursa adalah tanah yang diberkahi, tanah penuh kebijaksanaan dari sang Bapak Ertuğrul hingga sampai hari ini darah Osmani mengalir di dalam darah kita. Selanjutnya program lebih mengalir dengan persembahan puisi, musik tardisional, drama teatrikal yang menggambarkan kehidupan alim ulama klasik hingga modern dan reportase langsung kesan pesan mahasiswa asing di Bursa yang tak ayal mengundang senyum dan tepuk tangan kala merefleksi suka duka hidup di perantauan.

Kultur menyanyikan lagu kebangsaan sebelum memulai acara, hadirin dipersilakan berdiri

Kultur menyanyikan lagu kebangsaan sebelum memulai acara, hadirin dipersilakan berdiri

Entah tahun depan, kami masih diberi kesempatan untuk duduk diantara ratusan ilahiyatçılar atau tidak namun ada kesan berbeda di setiap tahun acara ini. Perbaikan penyajian acara dan pengembangan kreatifitas nampaknya perlu dilakukan agar acara tak terkesan berulang dan monoton setiap tahunnya. Hidayat Peker hoca nampaknya juga telah berlelah mempersiapkan acara yang terbilang lebih cepat diadakan dibanding tahun sebelumnya.

kelompok musik ilahiyat, membawakan lagu tholaalbadru alayna dalam berbagai bahasa

kelompok musik ilahiyat, membawakan lagu tholaalbadru alayna dalam berbagai bahasa

Bertebaranlah di muka bumi, maka rumah tempat engkau berpulang tak lagi berjendela sama (Azzahra, 2015)

Baca lebih banyak, reportasenya di:

http://www.radikal.com.tr/bursa_haber/bursa_dunyaya_ilahiyatci_yetistiriyor_2015_programi-1317520 “Bursa Dünyaya İlahiyatçı Yetiştiriyor 2015” programı. Erisim tarihi 22/3/2015

http://www.hurriyet.com.tr/yerel-haberler/Bursa-Haberleri/bursa-uludag-universitesi-dunya-ya-ilahiyatci-y_76957. Bursa Uludağ Üniversitesi Dünya’ya İlahiyatçı Yetiştiriyor. Erisim tarihi 22/3/2015

http://www.haber7.com/guncel/haber/1324901-bursa-dunyaya-ilahiyatci-yetistiriyor-2015-programi “Bursa Dünyaya İlahiyatçı Yetiştiriyor 2015” programı. Erisim tarihi 22/3/2015

Telinga, Mata dan Hati: Kunci Membangun Manusia Berperadaban


Bertempat di Ördekli Kültür Merkezi, acara pembukaan program pengembangan akademik mahasiswa asing sore kemarin (21/02/15) resmi dibuka. Program pengembangan akademik atau Uluşlararası Öğrenci Akademisi (UÖA) ini telah berjalan di tahun ke-tiga. Ada sekitar 160 mahasiswa program sarjana, magister dan doktor di Bursa yang akan mengikuti program selama 4 bulan ini.

undangan pembukaan program

undangan pembukaan program

Uluşlararası Öğrenci Akademisi (UÖA) merupakan program pengembangan akademik yang digagas YTB (Yurtdışı Türkler ve Akraba Topluluklar Başkanlığı) bekerja sama dengan Türkiye Yazarlar Birliği Bursa Şubesi yang diketuai oleh Mustafa Baki Efe Hoca. Tahun pertama program hanya diikuti oleh mahasiswa asing terpıilih dari negara-negara Balkan, tahun kedua—tahun yang penulis ikuti, merupakan pertama kalinya seluruh mahasiswa asing berkesempatan mendaftar program dan selanjutnya mengikuti program. Tahun ini ada perbedaan dalam isi program yang ditawarkan, selain mendapat seminar dan diskusi tematik mengenai isu seputar pemikiran, sosial, politik, budaya, sastra dan kepemimpinan, tahun ini Uluşlararası Öğrenci Akademisi (UÖA) dibuat lebih menantang karena peserta masing-masing akan diberikan muatan dalam okuma grubu alias kelompok membaca, selain untuk memperdalam keilmuan dan wawasan tentu saja bacaan kelompok baca ini dapat menjadi sarana memperhalus kemampuan berbahasa Turki.

YTB bekerja sama dengan TYB yang memang memiliki jejaring sosial yang erat dengan para paraktisi dan akademisi di bidang core competence-nya menjadi daya tarik tersendiri. Sebut saja beberapa pemateri yang akan mengisi seminar dan diskusi akhir pekan diantaranya adalah guru besar yang telah menghasilkan banyak karya seperti : Prof. Dr. Sadettin ÖKTEN (Mimar Sinan Üniversitesi), Prof. Dr. Mustafa KARA (Uludağ Üniversitesi), Yrd. Doç. DR. Bedri MERMUTLU (Uludağ Üniversitesi), Celal FEDAİ (Dokuz Eylül Üniversitesi), D. Mehmet DOĞAN (Penulis dan Jurnalis), Doç. Dr. Fatih Mehmet ŞEKER (İstanbul Medeniyet Üniversitesi), Doç. Dr. Bünyamin BEZCİ (Sakarya Üniversitesi), Metin Önal MENGÜŞOĞLU dan banyak lagi, mulai dari tatanan akademisi sampai praktisi pimpinan lemaga pemerintah lainnya.

Kuliah umum oleh Prof. Dr. Mustafa Kara

Kuliah umum oleh Prof. Dr. Mustafa Kara

Acara sore hari dibuka dengan protokoler sambutan dari beberapa tokoh terkait dan dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Prof. Dr. Mustafa KARA karena Prof. Dr. Sadettin ÖKTEN berhalangan hadir karena terkendala cuaca bersalju. Dalam presentasinya, Prod. Dr. Mustafa KARA menyampaikan tema menarik mengenai Şehir ve Medeniyet (Kota dan Peradaban). Bahwa dalam penjelasannya, sebuah peradaban harus tersusun atas tiga hal mutlak: ilim (ilmu), fiil (karya, pemikiran), dan sanat (seni, budaya, kultur). Bagaimana membentuknya? Yaitu dengan membentuk manusia, mengagrahkan manusia yang mau dan mampu menggunakan kulak (telinga), göz (mata), dan gönül (hati) nya untuk berpikir (seperti yang Al-Quran siratkan).

bir kareden binlerce anlami gelsin

bir kareden binlerce anlami gelsin

Maka diharapkan dari program ini-lah manusia-manusia kunci peradaban yang lebih baik tercetak. Bukan untuk menghilangkan perbedaan yang ada namun membuka seluruh kebaikkan yang ada dalam perbedaan pemikiran, budaya, dan warna negara. Acara ditutup dengan ramah tamah (kokteil ikramı) dan bincang hangat, karena sejatinya program baru saja dimulai dan empat bulan kedepan akan banyak cerita dan ilmu baru yang siap dilahap.

 

 

Ar-ge Günleri [Research and Development Days]


“Hiç bilenlerle bilmeyenler bir olur mu?” Kuran-ı Kerim, Zümer:9

 

Selama tiga hari berturut-turut, 11-13 November 2014, bertempat di Prof. Mete Cengiz Kultur Merkezi, Uludag Universitesi, Gorukle Kampus, Bursa, acara bertajuk research and development days dilangsungkan. Acara yang dibuka langsung oleh Rektor Uludag Universitesi dan beberapa pejabat daerah ini melibatkan unsur dosen, mahasiswa, peneliti dan juga praktisi diberbagai sektor privat profesional.

 

Saya dan misua berkesempatan hadir di pembukaan acara, pembukaan acara penuh dengan berbagai stand dan pameran poster, selain tentu saja acara utama berlangsung di ruang-ruang seminar dan auditorium Mete Cengiz Kultur Merkezi baik panelis tematik maupun presentasi lomba Iyi Fikir yang memang telah memasuki babak final.

Rektor, Profesor dan Bapak Walikota

Rektor, Profesor dan Bapak Walikota

Jika sebulan sebelum acara, telah diumumkan call for paper atau poster çağrısı yang dıtujukan untuk menjaring hasil karya akademik mahasiswa tingkat magister dan diatasnya dalam bentuk poster, juga menjadi sarana menginformasikan beragam progres penelitian berjalan yang masih berlanjut dalam lingkup akademisi Uludag University. Akhirnya, selama tiga hari research and development days tersebut, pengunjung dapat menikmati 550 poster dari berbagai disiplin ilmu baik berbahasa Turki maupun yang dipresentasikan dalam bahasa Inggris.

Acara dibuka oleh Rektor Uludag University, Prof. Kamil DILEK yang disela-sela kata sambutannya, Bapak yang berperawakan tinggi kurus ini mengatakan bahwa sekarang ini ada sekitar 60 patent hasil penemuan dan penelitian yang sedang dalam proses. Walaupun ada sekitar 550 poster yang ditampilkan di acara ini, namun pekerjaan akademik belum cukup, masih banyak yang harus dikembangkan. Diakhir kata sambutannya, Prof. Kamil DILEK mengatakan Çalışacağız çünkü vatanımızı ve milletimizi çok seviyoruz­—kami akan bekerja Karena kami cinta tanah air dan negara kami. Sekali lagi saya terketuk dengan kemurnian kerja penduduk Turki, tidak jarang dosen saya pun mengatakan tidak peduli apapun afiliasimu, ketika engkau bekerja untuk perkembangan tanah air, maka akan kami dukung. Begitulah sekelumit ajaran cinta tanah air yang terserak sempurna dalam kerja-kerja nyata anak-cucu keturunan kekhalifahan Utsmani.

Ar-Ge günleri bukan sekedar ajang tahunan yang menghimpun dan memamerkan hasil karya pelajar dan akademisi namun juga menjadi corong penyemangat untuk generasi muda untuk terus berkarya. Acara tahunan ini juga mengundang calon pelajar dan mahasiswa dari berbagai level pendidikan untuk melihat dinamika kehidupan akademik kampus. Ketika sepanjang acara hari pertama dan kedua penuh diisi dengan pemaparan konferensi tematik yang dibawakan para akademisi dan dari sektor privat (profesional) maka sepanjang hari terakhir puncaknya para pelajar tingkat SMA juga dapat melihat hasil penelitian terakhir dalam pameran poster Ar-ge Günleri.

 

Dua buah konferensi yang menyerap ketertarikan saya adalah konferensi tematik dengan topik AB Uyum Sürecinin Tarım ve Gıda Sektörüne Getirdikleri (The challenges of the EU in the term of Harmonization Process of Agriculture and Food Sector). Dipandu oleh Prof. Dr. İsmail FİLYA beberapa pakar seperti Prof. Dr. İ. Hakkı İNAN (Kepala Departemen Ekonomi Pertanian Namık Kemal University), Dr. Salih ÇALI (Kepala Kesatuan Dagang Buah dan Sayur Uludağ), serta Dr. Şebnem GÜRBÜZ (Koordinator Fasilitator bagian Ketahanan Pangan, Veteriner dan Kesehatan Tanaman EU) memaparkan keterkaitan berbagai sector untuk memajukan pangan nasional dan tantangannya ke depan. Turki mengalami banyak kemajuan di bidang pangan namun banyak hal yang perlu ditingkatkan terutama dengan adanya Visi Pangan Turki 2023 yang tidak hanya menginginkan kemakmuran pangan dalam negeri namun juga eksistensi hasil pangan pertanian Turki di dunia internasional. Turki memakai standar Eropa yang telah berkembang untuk menghasilkan targetan-targetan yang lebih baik.

Presentasi Poster tentang Tempe Indonesia

Presentasi Poster tentang Tempe Indonesia

Konferensi lain dalam bidang industry, teknologi serta dunia kedokteran juga berlangsung selama 3 hari. Antusiasme mahasiswa Uludağ Universitesi menyambut acara tahunan ini masih terbilang minim melihat konsentrasi peserta acara lebih tersentralisasi di hari pembukaan. Haş ini juga disebabkan karena pelaksanaan acara Ar-ge Günleri bersamaan dengan pecan UTS mahasiswa sehingga pasang surut peserta tidak dapat dihindarkan.

 

Budaya akademis, mencari ilmu disetiap sudut kampus harus mengakar seperti juga semangat pendiri Republık ini. Mengutip kalimat bijak M. Kemal Atatürk, “Hayatta en hakiki mürşit ilimdir, İlim ve fennin yaşadığımız her dakikadaki safhalarının gelişmesini kavramak ve izlemek şarttır.” (The most genuine in life is science, Science and grasp stages in the development of the scientific is essential in every single minutes).

 

Dokumentasi foto : pribadi dan http://uludag.edu.tr/haberler/oku/dn/1397

 

Unbreakable Vow


“A thin tongue of brilliant flame issued from the wand and wound its way around their hands like a red-hot wire.” —The light of the spell after the first clause.

Judul yang saya tulis ini tiba-tiba saja terlintas, karena yang akan saya tuangkan adalah hari-hari yang tercipta setelah adanya perjanjian langit (akad) antara saya dan pasangan. Hari-hari yang setelahnya membentuk masa depan kami berubah, menjadi lebih bahagia. Saya terlintas Prof. Severus Snape dan Narcissa Ibunya Draco Malfoy ketika mengikat tangan dengan mantera unbreakable vow dalam Harry Potter and Half-Blood Prince. Perjanjian yang tidak boleh terlanggar. Dan tulisan ini tidak serius mengenai unbreakable vow-nya Snape dan Narcissa Malfoy tetapi sekelumit tentang kami.

 

Dahulu saya membayangkan, bagaimana sibuknya ketika berkeluarga sambil sambil sekolah, melihat beberapa teman kuliah es-satu saya di Universitas Indonesia banyak yang menikah baik saat menginjak tingkat akhir menjelang skripsi bahkan ada yang semester dua atau empat sudah menikah dan alhasil ketika wisuda posisi mereka tengah mengandung atau telah menggendong anak pertamanya. Luar biasa! Kenapa luar biasa, karena tentu saja ada banyak hal yang dikorbankan. Membagi waktu kuliah, mengerjakan tugas, sosialisasi dengan dunia kampus, dan menyeimbangkannya dengan tugas rumahan seperti memasak, mengurus rumah dan mengurus suami. Ketika mereka ditanya apa yang membuat mereka kuat? Toh nyatanya mereka berhasil mengelola rumah tangga mereka dan juga lulus mengurusi urusan akademiknya. Jawaban mereka adalah niat.

 

Lalu pertanyaan saya beranjak naik ketika saya lulus kuliah es-satu dan melihat beberapa pendahulu sekolah lagi dengan membawa pasangan. Bagaimana bisa? Beberapa tipsnya bisa dibaca disini dan disini. Tanpa target merasakan nikah dan bersekolah berbarengan, toh saya akhirnya sekarang merasakannya. Hampir delapan bulan usia kebersamaan keluarga kecil kami. Tantangannya memang tersendiri, karena kali ini saya hidup bersama dan menjalankan rutinitas seorang mahasiswa es-dua di negeri orang. Dua tahun ini genap saya mendiami bumi Turki, satu tahun saya tinggal di asrama untuk mahasiswa persiapan bahasa (kami mendapatkan satu tahun pendidikan bahasa Turki), kemudian tahun kemarin saya mulai kehidupan sebagai mahasiswa es-dua jurusan Food Engineering (sedikit spooky juga buat saya menyebut kata food diikuti dengan engineering), setengah tahun saya juga mencicipi rasanya menjadi mahasiswa asrama kampus di lingkungan Universitas, dan setelah mendapat surat izin tinggal dengan si #karadut, kami tinggal di apartemen keluarga dekat dengan kampusnya. Buat saya? Jauh. Jarak kampus dan rumah harus ditempuh dengan satu kali naik bus dengan lama perjalanan 30 menit dan setelah itu jalan menuju fakultas, nasib fakultas paling pojok atas, sekitar 15 menit. Pfuuh! Tapi seru, sekalian olahraga jalan kaki, karena kalau di rumah jadi pemeluk sedentary lifestyle yang tidak sehat.

 
Mudahkah membangun kehidupan awal sebagai keluarga di negeri orang? Tentu masing-masing memiliki tantangannya. Buat saya yang amatiran dan masih harus banyak belajar ini catatan penting yang saya alami selama beberapa bulan terakhir menjalani berbagai peran baru, adalah:

 
1. Harus sabar mengurus dokumen tinggal, pertama kali yang diurus setelah sampai kota tinggal adalah dokumen tinggal bersama keluarga. Dahulu, berkas yang saya siapkan adalah translasi surat nikah lengkap dengan cap resmi notaris (ini menghabiskan dana ±130 TL, 100 TL untuk mengurus notaris (noter) dan sisanya membayar jasa penerjemah dokumen (tercüme), berkas kelengkapan tinggal (dengan menyertakan surat perjanjian kontrak rumah (kira sözlemesi), surat keterangan penjamin hidup (öğrenci belgesi)—yang ini kami pakai surat keterangan pelajar dan asuransi yang menanggung karena status kami masih mahasiswa, jika memang tinggal dengan tujuan bekerja berkasnya berbeda), beberapa lembar pasfoto (jika perpanjang izin tinggal seperti kami tidak diperlukan), lalu di kantor kepolisian khusus pendatang asing (yabancı sube mudurluğu) kami juga harus mengajukan surat pengajuan berkas (dilekçe), dan bagian tersulit harus menyertakan tanda tangan berkas dari kependudukan İstanbul (İstanbul valiliği). Mengapa saya sebut bagian paling sulit karena untuk membubuhkan tanda tangan tersebut kami harus juga menotariskan dokumen kami ke Konsulat Jendral RI di İstanbul, dan biaya dokumennya lumayan 25 dollar (50 TL). Belum lagi biaya perjalanan dan akomodasi kami dari Bursa (kota tempat kami tinggal) ke İstanbul.

 
2. Harus cermat mengurus keuangan, jika keuangan pribadi bisa diatur semau gue, tetapi ketika hidup bersama harus diatur melebihi kerjaan Bibi Tititeliti di majalah Bobo yang sering saya baca. Bagaimana mengelola keuangan yang cermat? Sejak menginjakkan kaki di Turki saya terbiasa membuat catatan pengeluaran dan pemasukan sekecil apapun dan kebiasaan itu saya bawa setelah hidup bersama. Hasilnya, saya bisa lebih bisa mengontrol pengeluaran pemasukkan setiap bulannya, serta mengevaluasi jika ada titik pengeluaran yang membengkak, atau merencanakan keuangan bulan berikutnya dengan mempertimbangkan kondisi keuangan terakhir. Kami harus pandai memilih prioritas antara keinginan dan kebutuhan. Menyisihkan kebutuhan pengeluaran wajib perbulannya (termasuk menabung) lalu sisanya barulah dikelola untuk kebutuhan eksekusi harian. Jika tidak, bagi kami pelajar sekaligus keluarga yang tidak memiliki izin kerja akan rapuh sekali keuangannya karena hanya mengandalkan beasiswa.

seems like detail chart in Gringots Bank

seems like detail chart in Gringots Bank

 

3. Harus pandai mengepulkan dapur, ini bukan sekedar memasak namun juga menyiapkan persediaan mentah kebutuhan dapur. Kami harus teratur ke pasar mingguan dekat rumah untuk menyetok kebutuhan mingguan terutama karena di pasar harga lebih murah dan aneka sayur buah lebih beragam dibanding di supermarket. Lalu mengepulkan dapur dalam artian memasak juga penting sekali, terutama untuk pelakon baru kawasan dapur yang tidak pandai memasak dengan keterbatasan bumbu lokal. Lidah indonesia kami jika ingin terus dimanjakan akan menyita kantong, waktu dan tenaga. Untuk makanan ala Turki, proses memasak dengan resep simpel dan tidak banyak bumbu bisa dikerjakan dengan waktu singkat namun jika memasak dengan menu Indonesia, saya yang masih amatiran ini dituntut mengelola waktu dengan baik karena bisa menghabiskan waktu banyak untuk membuat menu ala Indonesia. Untuk new comers, sebaiknya membawa stok bumbu-bumbu dari Indonesia yang bisa bertahan lama seperti kecap, saos, terasi, gula merah, bumbu dapur kering seperti kemiri, lada putih, jinten, ketumbar, dan lainnya. Di Turki, ketjap bukan berarti kecap dari kedelai hitam tetapi saus tomat yang manis, berhubung level ketahanan terhadap kepedasan orang turki lebih rendah dari orang Indonesia, maka stok cabai pedas hanya banyak didapatkan saat musim panas. Saya pun harus rajin menyetok bumbu setengah pakai untuk menghemat waktu didapur, saya biasa menyetok persediaan rajangan bawang putih (sebagai bumbu wajib dalam setiap masakan) dan blenderan bumbu halus (bumbu kuning, atau bumbu merah untuk balado).

nice (21)

 

 

 

4. Harus pandai mengelola waktu belajar, kuliah dengan sebagian besar buku teks bahasa Turki membuat tantangan tersendiri. Bahasa Turki yang fonetik dan dipengaruhi banyak oleh bahasa Arab dan Persia membuat bahasa ini ajaib, terlebih jika sudah masuk dalam bahasa akademis di buku-buku yang harus kami konsumsi keseharian. Teks arab atau inggris juga wajib dilahap untuk memperkaya. Lengkaplah tantangan kami di kampus dan di rumah menaklukkan cita-cita kami untuk gelas es-dua. Ada masa-masa kami bisa bersama dalam satu ruang namun masing-masing menatap layar laptop yang berbeda, memaksakan diri untuk tidak menyerah.

real world

real world

 

 

5. Harus luwes menjalin interaksi sosial, karena jika tidak bisa jadi banyak kesalahpahaman. Pasangan baru identik dengan masa-masa indah penuhkebersamaan lalu seakan lupa dengan sosialnya di luar. Bisa jadi bukan lupa, namun masih harus menyeimbangkan tugas domestik dalam rumah dengan tugas sosial sebagai bagian masyarakat utuh dalam komponen sosial. Bisa jadi banyak diantara kita yang bersuudzon setelah nikah kenapa jadi mengkerut dunia sosialnya? “Banyak sekali orang yang jatuh cinta lantas sibuk dengan dunia barunya itu. Sibuk sekali, sampai lupa keluarga sendiri, lupa teman dekat, lupa sahabat karib. Padahal siapalah orang yang tiba-tiba mengisi hidup kita itu? Kebanyakan orang asing, orang baru (Tere Liye, novel “Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah”). Namun disisi lain Bang Tere Liye juga bijak mengatakan, Kalau kita mendengarkan semua ucapan orang, maka dunia ini bisa jadi gelap gulita oleh asap hitam pikiran negatif, begitu kata Bang Tere Liye. Mari kita lihat prioritas, bukankah bukan hal yang mudah membangun hidup baru? Adaptasi memakan waktu yang seolah banyak membuat interaksi sosial berubah ritmenya. Komunikasi perlu dibangun, kepercayaan pada pasangan juga perlu dikokohkan, serta banyak lagi hal menarik lainnya dalam seni berinteraksi paska berkeluarga. Bisa jadi kami harus berkorban satu dua jam waktu belajar kami (atau waktu kebersamaan kami) dengan kumpul bersama tetangga bawah apartemen atau tetangga komplek, atau sekedar kumpul bersama komunitas pelajar. Bisa jadi interaksi di kampus dengan sejawat harus segera dipersingkat karena ada peran domestik di rumah karena pasangan sudah menunggu untuk makan malam. Semua ada tangisan romantismenya tersendiri.

ablaciim ve esmaciim ile beraber

ablaciim ve esmaciim ile beraber

 

 

6. Harus pandai mengatur hati, banyak sebenarnya orang-orang yang manajemen waktu dan tugasnya baik namun tidak berhasil mengelola hati dan mood nya, permasalahan domestik rumah tangga dicampurkan dengan atmosfer akademiknya, akhirnya performans akademiknya menurun. Atau ada juga yang masih sulit mengelola stress akademik sehingga terbawalah tekanan tersebut kedalam lingkup domestik keluarga yang bisa mengakibatkan terganggunya kehangatan komunikasi dengan pasangan. Atau dalam kasus lain, ada pula yang tidak pandai menempatkan persoalan orang lain dan sosial sehingga tercampur dalam kehidupan rumah tangga. Semua ada proses menjaga hati agar rumah benar-benar menjadi tempat yang sakin alias tenang untuk fisik dan jiwa penghuninya. Dan yang paling rawan mengalami swing mood adalah wanita. Perlu peran pasangan juga dalam menjaga keseimbangan ini. Ada konsekuensi ukhrawi juga yang harus diseimbangkan karena sejatinya kegersangan dunia bisa dihijaukan kembali dengan membangun kedekatan dengan Tuhan.

miracle of Quran as peacemaker

miracle of Quran as peacemaker

 

Maka unbreakable vow ini benar-benar jadi ajang belajar, bahwa kadang kerumitan begitu menjadi sangat sederhana dengan niat. Niat bahwa memang konsekuensi inilah yang harus ditaklukkan. Tentang kesetiaan pada janji akad yang telah diikrarkan, karena semua lika-liku hidup bersama tentu ada poin kesetiaan agar unbreakable vow benar-benar mengikat erat.

Saya kira, setia itu bukan fungsi waktu, semakin lama maka semakin baik. Setia itu lebih tentang fungsi kesempatan. Orang-orang yang tidak memiliki kesempatan lebih baik, tapi dia tetap bertahan, maka sudah setialah dia. Tapi orang-orang yang memiliki kesempatan lebih baik, tapi dia tetap bertahan, dia tidak pergi, maka ini jelas lebih mengharukan lagi, setialah dia (Tere Liye)